ANAK KECIL DAN SEBATANG POHON APEL

ANAK KECIL DAN SEBATANG POHON APEL

Oleh: Afrizal Woyla Saputra Zaini

Pada suatu ketika, ada sebuah pohon apel besar yang hidup dan tumbuh dengan kerimbunan. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari di bawahnya. Dia naik ke puncak pohon,dan memakan apel apel itu, dan ketika seorang anak itu kenyang dia turun untuk tidur siang di bawah keteduhannya…dia sangat mencintai pohon dan pohon itu suka bermain dengan dia. Waktu berlalu … anak kecil itu tumbuh dewasa dan tidak lagi bermain main di sekitar pohon seperti hari hari biasanya.

Suatu hari, anak itu kembali ke pohon dan ia kelihatan sedih. “Ayo bermain-main dengan saya” pinta sang pohon apel itu “Saya tidak lagi anak-anak, saya tidak suka bermain-main dengan pohon lagi” si anak menjawab.. “Aku ingin mainan. Aku perlu uang untuk membelinya. “

“Maaf, tapi saya tidak punya uang … cuma anda dapat mengambil semua buah saya punya dan menjualnya. Jadi, kamu akan punya uang “Anak itu begitu gembira.. lalu ia memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil apel. Pohon itu sedih.

Dihari kemudia, anak yang sekarang berubah menjadi seorang pria dewasa kembali dan pohon itu gembira “Ayo bermain-main dengan saya” lagi lagi pinta pohon apel. “Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk keluarga saya. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Dapatkah Anda membantu saya? “” Maaf, aku tidak mempunyai rumah yang seperti anda inginkan. Tapi Anda bisa memotong cabang saya untuk membangun rumah anda berteduh” tawaran pohon apel  “Jadi orang itu memotong semua cabang pohon dan pergi dengan gembira.. Pohon itu senang melihatnya bahagia, tapi orang itu tidak pernah kembali sejak saat itu. Pohon itu kembali merasa kesepian dan sedih.

Namun pada musim panas, pria itu kembali hadir menghadap sang pohon dan pohon itupun senang menrimanya. “Ayo bermain-main dengan saya!” pinta lagi sang pohon apel. “Saya mulai tua. Aku ingin pergi berlayar untuk bersantai diriku sendiri. Dapatkah Anda memberi saya sebuah kapal? “Kata pria itu. “Gunakan batang saya untuk membangun perahu Anda. Anda dapat berlayar jauh dan dapat berbahagia “Jadi orang itu memotong batang pohon untuk membuat perahu.. Dia pergi berlayar dan tak pernah muncul untuk waktu yang lama.

Akhirnya, pria itu kembali setelah bertahun-tahun. “Maaf, anakku. Tapi aku tidak punya apa-apa lagi untukmu. Tidak ada apel lagi untukmu dan tidak ada lagi cabang untuk kamu berteduh dan bahkan batang pun telah tiada… “kata sang pohon dengan nada yang sesak dan member harapan. “Tidak masalah, saya tidak punya gigi untuk menggigit dan saya sudah punya rumah untuk berteduh” jawab orang itu. “Saya terlalu tua untuk itu sekarang” kata pria itu. “Saya benar-benar tidak bisa memberikan apa-apa dan satu-satunya yang tersisa adalah akar yang hampir sekarat” kata pohon apel dengan air mata berlinang dan suara yang tersendat sendat. “Saya tidak perlu banyak hal sekarang, hanya tempat yang aku butuhkan untuk beristirahat. Saya lelah setelah sekian tahun “jawab pria itu. “Bagus! Akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk beristirahat, Ayo, berbaring dan beristirahat disamping saya. “Pria itu berbaring dan beristirahat di akar pohon, pohon itupun gembira dan tersenyum dengan air mata …

Ini adalah kisah untuk pohon apel yang rimbun. sama seperti ORANG TUA kita. Ketika kita muda, kita senang bermain dengan kami Ibu dan Ayah …Namun ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka dan hanya datang kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Mereka tidak peduli apapun, orang tua akan selalu ada dan memberikan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuat kita bahagia. Dari kisah itu mungkin kita berpikir anak itu kejam pada untuk sebatang pohon yang begitu berharga, sementara pohon tidak pernah lelah untuk memberikan walaupun nyawa yang menjadi taruhan.

Semua itu hanyalah sebatas perumpamaan, yang realitanya sejauhmana kita semua memperlakukan orangtua kita dan bagaimana kasih sayang terhadapnya, Apa yang mereka biberikan terhadap kita jangan semata mata kita mengabaikannya dan kita mempergunakan kedalam hal hal yang tidak mereka inginkan. Meraka terus berusaha dengan membanting tulang dan mandi keringat untuk mendapatkan cicilan demi cicilan biaya yang dia peruntukkan untuk kita, bahkan dia rela makan sayur kangkung dengan sambal garam asalkan dia melihat anaknya bahagia, sementara mereka tidak sadar terhadap kesengsaraan yang mereka rasakan sendiri.

Lihatlah kuliatnya yang mulai keriputan, tenaganya mulai berkurang, dan matanya mulai meredup, tapi dia masih mencoba membuat kita terus bahagia bahkan terus mengumpulkan keping demi keping untuk tabungan masa depan kita,  rasanya jangan SAMPAI terlambat untuk membahagiakannya paling tidak kita selalu ada untuknya dan tidak menelantarkannya, apalagi melihat matanya tertutup dan memohon pamit dari sisi kita sementara kita hanya mampu meberinya tangisan yang tidak dapat mengembalikannya mengtakan kamu harus bahagia nak……..!!

(Berikanlah mereka kebahagiaan, paling tidak kita tidak mempergunakan mereka sebagai mesin pencari uang dan kita berfoya-foya diatas penderitaannya)

Perihal Afrizal WS Zaini
BIODATA Nama : Afrizal Woyla Saputra Zaini., S.IP Tempat/Tanggal Lahir : Seuradeuk/29 Juli 1990 Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki-Laki Nama Orang Tua : - Ayah : Zaini Djambi (Alm) Ibu : Mariyah Alamat di Aceh : Ds. Seuradeuk Kec.Woyla Timur Kab. Aceh Barat Alamat di Malang : Asrama Mahasiswa Aceh, Jl. Bendungan Jatigede No. 03 Telp 0341-576156/HP 085277784400. Malang Pekerjaan : Wiraswasta Fak/Jurusan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang E-mail : awszaini@yahoo.com Twitter :@afrizalwoyla Riwayat Pendidikan : 1.Sekolah Dasar Negeri Meutulang : 1997-2003 2.Madrasah Tsanawiyah Negeri Peureumeu : 2003-2006 3.Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 6 Meulaboh : 2006-2009 4.Universitas Muhammadiyah Malang : 2009 - 2013 Pengalaman Organisasi : 1. Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Pemuda & Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang 2009-2010, dan 2010-2011. 2. Sekretaris Asrama Mahasiswa Aceh Malang 2009-2010. 3. Ketua Panitia Pembangunan Asarama Aceh Malang Anggaran 2010 4. Ketua Umum Angkatan 2009 Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM. 5. Ketua Departemen Politik Hukum Dan HAM Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM 2010 - 2011. 6. Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP UMM. 7. Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FISIP UMM. 8. Sekretaris Panitia Day Of Tsunami ” Masa Depan Aceh Pasca Tsunami” Tahun 2009. 9. Anggota Paskibraka Kabupaten Aceh Barat Angkatan 63 Tahun 2008. 10. Anggota Nasional Demokrat DPC Kabupaten Aceh Barat.

8 Responses to ANAK KECIL DAN SEBATANG POHON APEL

  1. zuhrul mengatakan:

    catatan kecil yg inspiratif. thanks a lot dah ngingatin.

  2. Triana Resti mengatakan:

    terharu banget bacanya… teringat akan smua pengorbanan ortu triana… makasiiiii afrizal..🙂

  3. more mengatakan:

    Today, I went to the beach front with my children. I found a sea
    shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her
    ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear.
    She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but I had to tell someone!

  4. Tatiana mengatakan:

    “ANAK KECIL DAN SEBATANG POHON APEL Afrizal Woyla Saputra Zaini”
    was a fantastic posting. However, if it included much more pix it would definitely be possibly
    even a lot better. Thank u -Antwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: