ANALISA KEMENANGAN ANAS URBANINGRUM

ANALISA KEMENANGAN ANAS URBANINGRUM

Oleh: Afrizal Woyla Saputra Zaini

 

 

Terlepas dari soal menang dan kalah, proses pemilihan ketua umum partai  Demokrat yang berlangsung damai, demokaratif, dan bebas dari politik usung patut di apresiasikan, prediksi publik yang menganggap pemilihan tersebut memiliki intervensi atau restu dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua pembina ternyata salah. Presiden Yudhoyono justru memberi lampu hijau buat peserta kongres dalam memilih ketua yang sesuai kemauan dan keyakinan hati nurani mereka.

Kemenangan Anas Urbaningrum atas Andi Mallangeng dan Marzuki Alie tidak bisa dielakkan dari sikap positif, netral dan tidak berpihak yang ditunjukan oleh presiden Yudhoyono. Soalnya, sejak awal Andi hampir selalu ditemani oleh Eddie Baskoro Yudhoyono putra presiden yang berkecimpung dalam dunia politik. Hal tersebut membuat pertanyaan besar diranah publik, tetapi kekeliruan  tersebut dibantah pada saat presiden berpidato pada suatu acara dengan nada “saya tidak mengintervensikan siappun dalam pemilihan ketua umum PD, saya memberi peluang bagi siapapun untuk menjadi ketua yang penting dipilih oleh peserta kongres secara terbuka” , berarti kata-kata tersebut SBY tidak memberi sebuah dukungan bagi kandidat siapapun, walaupun disatu sisi presiden SBY memberi peluang besar kepada Andi, apalagi dengan jasa Andi yang selalu  mendampingi SBY selama kejaanya, namun SBY tidak mau berterusterang mendukung calon tertentu karena jika calon yang didukung kalah, akan menghacurkan kredibitasnya,  dan hal tersebut  merupakan salah satu faktor dapat menjatuhkan pamong Andi, Andi yang dianggap punya peluang besar ternyata tidak mendapat dukungan penur dari pendiri PD tersebut, walaupun  dimata publik yang menganggap Andi adalah “anak mas” Ketua Dewan aatu orang yang sangat dipercaya oleh SBY, ternyata salah, dengan taktik politikus yang sangat SBY berpihak kepada siapapun yang menang nantinya.

Kongres PD yang ke II berlangsung demokratis merupakan modal utama bagi partai politik terbesar  ini untuk tampil lebih percaya diri dalam pentas politik nasional. Persoalannya selama ini partai PD selalu berada dibalik bayang-bayang kebesaran sosok SBY. Tidak heran jika sebelumnya muncul kesan bahwa konres II PD tak lebih dari momentum kandidat ketua umum untuk merebut restu dari Sang Ketua Dewan Pembina.

Dua sosok yang sangat tersorot selama ini yaitu Andi dan Anas  yang sama-sama tokoh muda, membuat masyarakat hampir tidak bisa memprediksikan posisi kemenangan yang akan dicapai pada pemilihan PD yang ke II, dimana dua sosok ini mempunyai peran yang berbeda-beda, namun dua-duanya mempunya besik tersendiri, dan bahkan dua-duanya juga merupakan sosok yang sangat berpengaruh selama ini, tapi memang dimata Publik dalam hal ini Andi Mallarangeng lebih bisa diprediksikan untuk memimpin PD kedepan, dimana secara tidak langsung SBY memberi dukungan terhadap Andi, dan secara kasat mata sosok Andi lebih terkenal selama dia menjadi Jubir presiden dan bahkan SBY bisa mempercayainya sebagai ketua kampanye pada pemilu yang lalu, tetapi dengan kesibukannya membuat politik  Andi lemah pada proses aktualisasi diri terhadap anggota, dan itu terbukti seorang pada disingkirkan pada putaran pertama pemilihan ketua umum PD di Pedalarang, Bandung.

Melihat figur Anas yang santun dan berkarakteristik santai membuat kancah politik PD berunduk padanya, hal-hal yang dibangun Anas selama 5 tahun di PD akhirnya berbuah hasil dan itu memang patut dibanggakan, apalagi disatu sisi Anas salah satu tokoh muda yang sangat energi untuk membesarkan nama PD dimata Publik dan Anas juga merupakan salah satu pelopor pendirinya PD, dalam hal lain Anas dapat disimpulakan bahwa salah satu orang yang sangat memahami situasi dan kondisi PD, kearifan dan kepiawaian diri dalam mejalankan tugas membuat kepercayaan anggota terhada dirinya untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih bergengsi di PD itu sendiri, dan itu merupakan faktor yang sangat mendukung untuk memperoleh suara yang maksimal.

Disisi lain  kemenangan Anas terlihat nyata dengan sistem sosialisasi yang terbuka lebar, dan melihat latar belakan figur seorang Anas yang sangat legit dan aktif membuat masyarakat tidak heran atas kemenangan yang diraihnya, apalagi Anas juga sangat berpengalaman pada berbagai organisasi besar, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan juga pernah menjadi anggota KPU, jadi sedikit tidak Anas lebih mengerti arah PD yang akan dibawanya, dan hal itu memang layak untuk dijadikan ketua umum.

Taktik yang sangat alegan dan tahap sosialisasi dirinya kepada anggota yang sangat maksimal, Anas tidak perlu mendewakan sosok SBY yang sebayai figur terkemuka di PD, walaupun memang disatu sisi Anas sedikit ragu dengan kekuatan SBY, tetapi Anas siap menerima apapun konsekuensinya kedepan dan terus mepergunakan waktu untuk mempersiapkan diri jauh hari sebelum pemilihan, bahkan Anas cukup yakin dengan kecerdasan dan kearifan SBY tidak akan serta merta menjatuhan dirinya. Jika dibandingkan Andi yang hanya 2 bulan berbaul aktif dengan anggota PD baik daerah maupun pusat, Anas lebih banyak waktu yang dia buang bahkan sudah sampai 5 tahun dia berkiprah aktif di PD tanpa ada kegiatan lain yang membuat hambatan sosialisasi diri untuk mencalonkan sebagai ketua, memang jika dilihat disisi ini Andi sangat kurang mensosialisasikan dirinya kepada anggota dengan kesibukan di Jubir Presiden, membuat waktunya terbatas dan bahkan tahap kampanye juga tidak bisa dia jalani dengan maksimal.

Dalam hal lain juga anas memiliki wilayah yang sangat strategis dengan penduduk yang sangat padat, sosok Anas yang asli berdarah Jawa membuat gencaran suara semakin mudah mencapai target, memang hal tersebut tidak bisa dipastikan, tetapi jika melihat sosok Andi yang lahir di Makassar yang penduduknya lebih sedikit  dibandingkan Jawa, Anas lebih mudah mendapatkan dukungan yang lebih besar, karena kondisinya Anas memang lebih didukung dari faktor Support maupun faktor background.

Yang terkhir kemenangan yang diraih oleh Anas adalah berawal dari ketelitian dalam mempengaruhi massa, sikap santun yang dia biasakan menciptakan suasana  santai dalam menjalankan tugas, dan itu memang sosok yang sangat ditunggu-tunggu selama ini. Keseriusan dia jalani adalah peluang dalam memperoleh kedudukan yang lebih tinggi, keahlian dan pengalaman yang dia miliki selalu di aplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya.

 

 

Perihal Afrizal WS Zaini
BIODATA Nama : Afrizal Woyla Saputra Zaini., S.IP Tempat/Tanggal Lahir : Seuradeuk/29 Juli 1990 Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki-Laki Nama Orang Tua : - Ayah : Zaini Djambi (Alm) Ibu : Mariyah Alamat di Aceh : Ds. Seuradeuk Kec.Woyla Timur Kab. Aceh Barat Alamat di Malang : Asrama Mahasiswa Aceh, Jl. Bendungan Jatigede No. 03 Telp 0341-576156/HP 085277784400. Malang Pekerjaan : Wiraswasta Fak/Jurusan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang E-mail : awszaini@yahoo.com Twitter :@afrizalwoyla Riwayat Pendidikan : 1.Sekolah Dasar Negeri Meutulang : 1997-2003 2.Madrasah Tsanawiyah Negeri Peureumeu : 2003-2006 3.Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 6 Meulaboh : 2006-2009 4.Universitas Muhammadiyah Malang : 2009 - 2013 Pengalaman Organisasi : 1. Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Pemuda & Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang 2009-2010, dan 2010-2011. 2. Sekretaris Asrama Mahasiswa Aceh Malang 2009-2010. 3. Ketua Panitia Pembangunan Asarama Aceh Malang Anggaran 2010 4. Ketua Umum Angkatan 2009 Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM. 5. Ketua Departemen Politik Hukum Dan HAM Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM 2010 - 2011. 6. Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP UMM. 7. Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FISIP UMM. 8. Sekretaris Panitia Day Of Tsunami ” Masa Depan Aceh Pasca Tsunami” Tahun 2009. 9. Anggota Paskibraka Kabupaten Aceh Barat Angkatan 63 Tahun 2008. 10. Anggota Nasional Demokrat DPC Kabupaten Aceh Barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: