KEMISKINAN DI INDONESIA

KEMISKINAN DI INDONESIA

Oleh: Afrizal Woyla Saputra Zaini

 

KATA PENANTAR

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Disisi lain kemiskinan juga merupakan problematika kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. Selain bersifat laten dan aktual, kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju sepeti inggris dan Amerika Serikat.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Faktor mendasar yang menyebabkan kemiskinan diantaranya: SDM, SDA, Sistem, da juga tidak terlepas dari sosok pemimpin, sehingga dimensi tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Daftar Isi

  1. BAB I
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan Masalah
    3. Tujuan Masalah
  2. BAB II
    1. Defenisi Kemiskinan
    2. Indikator-Indikator Kemiskinan
    3. Faktor-Faktor Kemiskinan Di Indonesia
    4. Analisis
  3. BAB III
  1. Kesimpulan
  2. Kritik Dan Saran

BAB I

A. Latar Belakang Masalah

Ketika membicarakan kemiskinan pada dasarnya perlu dipahami penyebab utamanya yang nantinya rujukan pada pembahasan-pembahasan berikutnya, Secara garis besar kemiskinan dapat di sebabkan oleh Manajemen dan juga pemimpin.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Di indonesia sendiri kemiskinan merupakan hal yang sangat perlu dibahas dimana angkat kemiskinan yang masih sangat rentang, pada dasarnya  menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan buatan. kemiskinan alami terjadi akibat sumber daya alam (SDA) yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan Buatan diakibatkan oleh imbas dari para birokrat kurang berkompeten dalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga mengakibatkan susahnya untuk keluar dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom selalu gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ketimbang dari pemerataan.

Usaha pemerintah dalam penanggulanangan masalah kemiskinan sangatlah serius, bahkan merupakan salah satu program yang di prioritas, program-program tersebut yang nantinya mengarap persoalan kemiskinan dan pengangguran yang meresahkan selama ini.

B. Rumusan Masalah

Dari penjelasan latar belakang, maka dapat dirumuskan pada konsep makalah ini adalah:

  1. Apa penyebab terjadinya kemiskinan di masyarakat indonesia saat ini.?
  2. Kenap kemiskinan adalah hal yang paling penting untuk di bicarakan.?
  3. Bagaimana solusi yang tepat untuk memulihkan kemiskinan di tubuh rakyat indonesia .?
  4. Metode dalam membrantas angka kemiskinan.?

C. Tujuan Masalah

Adapun tujuan dibuatnya makalah yang membahas tentang kemiskinan di Indonesia ini adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia yang mampu dalam hal materi agar ikut berperan serta untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
  2. Memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia untuk menghadapi kemiskinan yang merupakan tantangan global dunia ketiga.
  3. Untuk mengetahui sejauh mana upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
  4. Menjadi pilar pembangunan bagi pemerintah.
  5. Memberikan arahan yang tepat untuk dijadikan sebuah referensi untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat keseluruhan.

BAB II

A. Defenisi Kemiskinan

Dalam kamus ilmiah populer, kata “Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan) atau bokek. Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidak seimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.

Dalam arti proper , kemiskinan dipahami sebagai keadaan kurang uang dan barang untuk menjamin kelangsungan hidup, dalam arti luar. Chambers mengatakan kemiskinan dalam arti luas adalah suatu intergrated yang memiliki lima dimensi, yaitu: 1). Kemiskinan (proper), 2). Ketidakberdayaan (powerless), 3). Kerentangan menghadapi situasi darurat (state of emergency), 4). Ketergantungan (dependence), dan 5). Ketersaingan (isolation) baik secara georgafis maupun sosiologis.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral. Misal, pendapat yang diutarakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor, baik sektor industri maupun pembangunan. Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi, atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural.

Deskripsi lain, arti definitif kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan, tapi juga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Di penghujung abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru, yaitu bahwa kemiskinan juga mencakup kerentanan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi.

B. Indikator-indikator Kemiskinan

Untuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan tersebut.

Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:

  1. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).
  2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
  3. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
  4. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.
  5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
  6. Kurangnya apresiasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
  7. Tidak adanya akses dalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
  8. Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
  9. Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).

Pada dasar-dasar ini sangat mendongkrak kemiskinan jika nantinya peran pemerintah dan juga berbagai elemen lain akan sangat mendukung pembangunan perekonomian di Indonesia, logikanya adalah jika kemiskinan itu dapad di atasi yang menjadi kebanggaannya juga pemerintah itu sendiri dan juga kemakmuran bagi warganya.

Di bawah ini beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim. Yang antara lain adalah:Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.

Yang penting digarisbawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:

a)     Naiknya standar perkembangan suatu daerah.

b)     Politik ekonomi yang tidak sehat.

c)      Faktor-faktor luar negeri, diantaranya:

  • Rusaknya syarat-syarat perdagangan
  • Beban hutang
  • Kurangnya bantuan luar negeri, dan
  • Perang

2. Menurunnyaetos kerja dan produktifivitas masyarakat

Terlihat jelas faktor ini sangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal

3. Biaya kehidupan yang tinggi.

Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.

4. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.

Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.

C. Faktor-Faktor Kemiskinan Di Indonesia

Faktor-faktor lain disini kita perlu memahmi bahwa konsep pembangunan perekonomian di indonesia juga dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, sehingga keseriusan pembangunan menjadi hal yang pokok ranah masyaraka itu sendiri, permasalahan-permasalahan tersebut, ialah: SDM, SDA, Kontitusi, Dana/Budget, Sistem.

1. SDM

Kelemahan Kualaitas SDM dalam proses pendidikan membuat faktor utamanya kemiskinan bagi rakyat  Indonesia, sebenarnya tujuan pendidikan adalah untuk menjadi manusia yang bertaktakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.

Dalam proses pengembangan perekonomian sektor SDM dalam prospeks pendidikan memainkan peranan yang sangat strategis, sehingga peluang untuk meningkatakan khulaitas hidup di masa depan akan lebih baik.

Dengan adanya SDM yang handal lain dari itu akan mengalir sendiri dengan kemampuan yang ada.

2. SDA

Sumber Daya Alam juga bisa di kaitkan dengan angka kemiskinan di indonesia, dimana keterbatasannya sumber daya alam akan memperkecilkan peluang kerja bagi warga indonesia khususnya di kota-kota besar.

3. Kontitusi

Berbicara kontitusi sangat tidak bisa terlepas dari cengkraman pemimpin dan juga birokrasi, Pemerintahan dalam hal utama adalah yang bertanggungjawab dengan kemiskinan, tinggi rendahnya angka kemiskinan merupakan proses pengelolaan dari kontitusi itu sendiri yang belum bisa dimaksimalkan.

4. Sistem

Sistem merupakan suatu rangkaian yang saling keterkaitan antara satu dengan yang lain, dalam hal kemiskinan sistem yang semberaut juga dapat meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia, dimana berbagai macam  persoalan terjadi semua dari proses sistem dan jika sistem itu salah juga dapat menjadi bumerang bagi masalah lain.

Realita yang dapat kita lihat selama ini adalah persoalan penanggulangan kemiskinan yang belum bisa diselesaikan, persoalan tersebut disebabkan oleh perbaikan sistem yang belum beres-beres, sehingga kemiskinan yang harus utama diselesaikan, menjadi masalah yang berlarut-larut.

D. Analisis

Papua merupakan sebuah daerah yang berbasis kemiskinan di Indonesia, potret tersebut adalah realita yang dapat dilihat dengan kenyataan bahwa kemiskinan belum hilang dan tidak terlepaskan oleh kelemahan dari SDM, Kontitusi, Dana, dan juga Sistem

Masyarakat Papua yang rata-rata berpendidikan rendah membuat  proses peningkatan ekonomi dalam kemiskinan menjadi sangat sulit, dilain hal  keterkaitannya dengan proses koktitusi yang sangat berbelit-belit dan juga sistem yang belum bisa mendukung proses penanggulanan kemiskinan yang belum tepat di daerah tersebut.

Angka kemiskinan di Papua yang sangat dominan menjaidikan persolan yang sangat serius di benahi baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sendiri.

Meskipun angka kemiskinan di papua yang sedikit menurun bisa dikarenakan oleh Otonomi Khusus, tetapi pada kenyataannya dapat dikatakan masih cukup besar. Optimisme untuk mengikis habis kemiskinan bukanya tidak ada, tetapi misalnya dengan kebijakan yang bagainama kemiskinan harus dipecahkan.

 

BAB III

A.        Kesimpulan

Proses penanggulangan kemiskinan merupakan hal yang sangat fundamentalis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, karena pada dasarnya kemiskinan itu ada disebabkan oleh lemahnya pendidikan atau SDM, SDA, Sistem, kontitusi atau pemerintahan.

Dalam hal ini pemerintah sebagai tonggak birokrasi merupakan kunci dalam pembangunan suatu masyarakat, tujuan lain pemerintah juga harus menyediakan lapangan kerja, pelayanan  kesehatan, pendidikan, dan juga keamanan, untuk terciptanya suatu perubahan yang lebih baik.

Selain dari itu untuk peran pendukung seperti LSM, Koperasi, dan sebagainya juga sangat menetukan arah pembaharuan yang lebih baik terutama dalam memstabilitaskan suatu perubahan sosial masyakat indonesia kedepan.

B.        Kritik dan Saran

Menyimak begitu panjangnya rentetan kemiskinan dan berbagai persoalan lain yang terjadi  di indonesia seharusnya ada perhatian lebih dari pemerintah dalam menanggapi permasalahan tersebut mesti ada teori-teori yang lebih jitu agar tumbuh suatu perubahan sosial yang lebih dinamis dan juga harmonis, kemiskinan adalah merupan hal yang paling rawan mengancam kestabilan suatu daerah, apalagi jika ada kecemburuan sosial.

Kemajuan bangsa ini kedepan kususnya dari ancaman kemiskinan, pemerintah harus siap menyediakan infrastruktur yang lebih baik, seperti jembatan, jalan, listrik dan juga berbagai sarana pendukung lainnya, sehingga persoalan kemiskinan menjadi sebuah hal yang dapat diselesaikan dengan kemampuan masyarakat itu sendiri.

Daftar Pustaka

  1. Abdul Haris, Analisis Faktor-Faktor Kemiskinan  Di Daerah Hutan Kabupaten Probolinggo. Jurnal Aflikasi Manajemen. Vol. 5 No. 1, April.UPM. Probolinggo, 2007.
  2. Anomim, panduan program inpres desa tertinggal; Jakarta:badan perencanaan pembangunan nasional – departemen dalam negeri, 1994.
  3. Arie Lastario, Ananlisa Perbandingan Peningkatan Pendapatan dan Pemerataan, Yayasan Pengembangan Ketrampilan dan Mutu kehidupan Nusantara, Jakarta,1989.
  4. Nugroho, Gunarso Dwi.. Modul Globalisasi. Banyumas, CV. Cahaya Pustaka, 2006
  5. M. Nuh. Nasir, Saicrudin dan Maulizar, Analisis faktor-Faktor Kemiskinan Dalam Rumah Tangga Di Purworejo. Jurnal Eksekutif. Vol. 5 No. 4,. Lipi. Jakarta, Agustus 2008.
  6. Ricardo, David, On The Principles Of Political: ekonomi and Taxation, cambridge; Cambridge univ. Press, 1917.
  7. http://fosmake.blogspot.com/20/07/08/kemiskinan-25.html

Perihal Afrizal WS Zaini
BIODATA Nama : Afrizal Woyla Saputra Zaini., S.IP Tempat/Tanggal Lahir : Seuradeuk/29 Juli 1990 Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki-Laki Nama Orang Tua : - Ayah : Zaini Djambi (Alm) Ibu : Mariyah Alamat di Aceh : Ds. Seuradeuk Kec.Woyla Timur Kab. Aceh Barat Alamat di Malang : Asrama Mahasiswa Aceh, Jl. Bendungan Jatigede No. 03 Telp 0341-576156/HP 085277784400. Malang Pekerjaan : Wiraswasta Fak/Jurusan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang E-mail : awszaini@yahoo.com Twitter :@afrizalwoyla Riwayat Pendidikan : 1.Sekolah Dasar Negeri Meutulang : 1997-2003 2.Madrasah Tsanawiyah Negeri Peureumeu : 2003-2006 3.Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 6 Meulaboh : 2006-2009 4.Universitas Muhammadiyah Malang : 2009 - 2013 Pengalaman Organisasi : 1. Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Pemuda & Mahasiswa Aceh (IPPMA) Malang 2009-2010, dan 2010-2011. 2. Sekretaris Asrama Mahasiswa Aceh Malang 2009-2010. 3. Ketua Panitia Pembangunan Asarama Aceh Malang Anggaran 2010 4. Ketua Umum Angkatan 2009 Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM. 5. Ketua Departemen Politik Hukum Dan HAM Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM 2010 - 2011. 6. Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP UMM. 7. Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FISIP UMM. 8. Sekretaris Panitia Day Of Tsunami ” Masa Depan Aceh Pasca Tsunami” Tahun 2009. 9. Anggota Paskibraka Kabupaten Aceh Barat Angkatan 63 Tahun 2008. 10. Anggota Nasional Demokrat DPC Kabupaten Aceh Barat.

5 Responses to KEMISKINAN DI INDONESIA

  1. iwan mengatakan:

    bagus ini tulisannya… trikasih ya

  2. adi false mengatakan:

    eeweweweee………………….!!! Terimakasih sob

  3. afiq mengatakan:

    saleum meuturi

  4. afiq mengatakan:

    oke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: